Posted on

Pelangi Tidak Pernah Tersenyum

Tak bisa terhapus dari ingatanku tentang tawa dukamu
Dengan wajah memelas hampa tanpa semburat rasa
Semua begitu biasa seolah bumi ditutupi dinginnya salju
Tiada warna, tiada pesona, terlingkup dalam dunia tanpa makna
Menyiratkan keputusasaan dengan kemilau senyum beku
Dan semua begitu muram tertutup gelap tanpa cahaya

Matahari bersembunyi di balik pekatnya awan
Menghilang ia dengan gembira menyambut badai bagi sang duka
Disiramilah dunia ini dengan air mata khatarsis
Untuk kita yang tiada henti berbuat dan berkata
Tiada henti berkhianat, lalu bertaubat, setelah itu menangis

Badai memang akan berhenti
Digantikan oleh yang lain yang lebih bermakna
Digantikan oleh indah lekuk pelangi
Tapi sang pelangi tidak pernah tersenyum
Gambaran indah ini hanyalah sementara
Ia hanyalah klise yang akan selalu ada dan terus ada
Badai lain siap menerjang, menghantam tak kenal ampun

Apakah ketujuh warnamu menyiratkan tanda keindahan?
Kalau begitu kenapa engkau tiada pernah tersenyum?
Apa makna ketenangan yang kau hiasi setelah badai berlalu?

Sang pelangi tidak pernah akan tersenyum
Wajahnya menghiasi keindahan palsu dalam kedukaan
Dia cemberut di antara kaki langit yang berwarna jingga
Mencemooh manusia yang tinggal dalam selangkangan horizon
Mengejek mereka yang minum air comberan dari keringat pengkhinatan

Selalu kulihat wajah miris itu setelah badai berlalu
Tidak maukah kau tersenyum walaupun semuanya palsu?

Aku tahu badai akan kembali datang
Aku tahu mereka tidak peduli dan tidak akan pernah peduli
Aku tahu kamu akan kembali muram
Aku tahu mereka akan menjadi munafik ketika kamu disini

Sang mentari menyeruak keluar dari persembunyiannya
Menerangi tawa palsu penuh keangkuhan dalam kegelisahan
Mereka yang bergembira yang baru saja dikencingi oleh langit
Menyambut dengan suka cita datangnya kemunafikan
Seiring dengan lunturnya 7 warna indah dalam wajah cemberutmu
Menghiasi langit dalam warna emas menyambut malam keserakahan

Kau tidak pernah tersenyum
Kau tahu badai akan kembali datang
Kau tidak pernah gembira
Kau tahu mereka sebenarnya menderita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s