Posted on

Di Antara Kebebasan Dan Keterasingan

Dalam buaian angin kuterpana
Seiring langkah terjejak, terasa kabur terlihat
Tidak tahu harus bagaimana, tidak tahu harus seperti apa
Semakin tak jelas semakin ku mengingat
Entah kemana perginya, entah dimana akhirnya

Lelah untuk tetap berdiri dalam penantian
Satu keinginan tanpa kesadaran akan kebutuhan
Dalam segenggam asa demi secuil kebahagiaan
Menawar rahmatNya untuk sebuah mimpi
Mempertanyakan kuasaNya dalam lantunan do’a

Mendapati diri dalam layu pepohonan
Menengadah, memohon sedikit asa dalam harap
Semua berlalu dan semua tertipu oleh sang waktu
Mengalir tapi tidak beranjak, berjalan tapi tidak melihat
Tidak kemana pun, tidak dimana pun
Di sini menatap hampa, berangan sebuah khayalan

Terkadang ku meragukan perkataan hati
Terlarut dalam lamunan yang membodohi diri
“Adakah jalan yang panjang ini memiliki ujung??”
“Bagaimana kalau aku kalah dalam bertarung??”

Sebuah cambuk kecil berbalut kecemburuan
Memaksa langkah mungil dalam kesendirian
Berjalan ditemani keraguan dan kegelisahan
Menyusuri alunan takdir dalam dekap kerinduan
Sambil tetap menunggu dan terus berangan
Membiarkan perasaan ini jadi tak bertuan

Langit tak lagi biru, awan tak lagi putih
Tak satu orang pun tahu dimana tubuh ini sekarang
Tak satu burung pun tahu kemana pikiran ini melayang
Aku yang sendiri dalam angan tak bertepi
Terperangkap, terpenjara di antara kebebasan dan keterasingan

Dan sang setan pun bersedih mengutuk dirinya
Bagi hatiku, tidak tahu harus disesatkan kemana
Nafsu ini tak bergetar, akal ini tak berpendar
Hendak kemana kehampaan ini dibawa
Ada tak berwujud, berwujud tak berbentuk
Menari di atas nelangsa dalam keterasingan

Kehampaan tak berujung terjebak dalam lingkaran
Memaksa sang takdir berjalin kelindan
Asa ini tak jelas arah inginnya, harap ini ragu dalam yakinnya
Begitu sulit diungkapkan, begitu susah dijelaskan
Dimana Kau sembunyikam rahmatMu menyampaikan pertanda??
Dimana Kau singkap kuasaMu memberikan jawaban??

Dan akan selalu ada mentari yang menghangatkan pagi
Akan selalu ada angin yang melambai dan menari
Akan selalu ada burung yang berkicau dan bernyanyi
Akan selalu ada bidadari yang memainkan harpa dan kecapi

Dirimu yang begitu mesra
Membuat puisi dalam cerita
Kuharap selalu berada
Dalam kasih dan sayangNya

Kepada D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s