Posted on

Dunia Kecil

Bercengkrama mereka di bawah lentera murung
Yang satu tertawa, yang satu terlena, yang lain bingung
Gejolak suara bergemuruh pelan dalam bayangan
Kebersamaan itu dikikis dalam kuasa kepentingan
Menghamba dalam dunia lalu meratap dalam tawa
Tiada tempat bagimu, wahai anak kecil tak berdosa
Rengekanmu meluapkan amarah bagi umpatan dan cela

Mata berwarna coklat dalam selubung putih kemerahan
Menjatuhkan air suci yang asin ke atas genggaman tangan
Perhatian adalah tabu yang memancing hina
Teriakan sumpah serapah teriring menghantam dunia
Mengguncang telinga, menggores hati, dan meruntuhkanmu
Jalani saja, tidak usah dipikirkan, itulah kewajibanmu

Sampah yang berserakan itu justru mencibir dan menghina
Seolah lupa, mereka lebih pantas menerima apa yang mereka katakan
Tapi tak ada cermin di dunia yang memantulkan kata

Salahkan saja kita, bukan dirimu, bukan pula aku
Di persimpangan tugu mewah peradaban yang retak
Sang waktu terus berjalan tanpa peduli dan membisu
Membentangkan jarak antara kebaikan dan kebenaran yang rusak

Jangan duduk di sampingnya dan jangan pula bersandar dipeluknya
Tinggallah lalu tidurlah di bawah pohon itu
Tidak ada kalong yang akan mengencingi baju lusuhmu
Buatlah duniamu sendiri, dunia yang ceria dan bahagia
Isilah dengan mimpi dan harapan sambil terus bekerja dan berdo’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s