Posted on

Cerita Hari

Hari ini… Nasi dua hari yang lalu masih tersisa. Hari ini, nasi untuk jatah lambung di waktu berikutnya tak lagi ada. Tapi, hari ini, nasi yang tersisa itu masih bisa memberi manfaatnya. Kita keringkan ia, lalu kita masukkan ke mulut, lalu kita kunyah, lalu kita cerna. Kita ambil apa pun yang masih mungkin tersisa sehingga tubuh ini bisa berdiri tegak, kemudian kita buang ampasnya. Makan saja. Tidak ada yang salah dengan itu semua.

Hari ini… Tanah masih sanggup menghidupi kita. Hari ini, ladang kita masih sanggup menumbuhkan bunga. Dan hari ini, kertas kita masih kosong oleh kata. Mereka menanti kita. Mereka merindu kita. Cahaya terus tenang membias. Angin tiada diam berembus. Mereka menemani kita. Mereka bersama kita. Dalam pelan, suara mereka menggetarkan telinga, mengetuk dinding jiwa. Sepintas lalu, membisikkan kata bernada.

Hari ini… Tenaga dari nasi sisa itu masih terasa. Hari ini, tenaga itu masih sanggup mengayunkan lengan dan melangkahkan kaki. Dan hari ini, kita tunaikan kewajiban kita. Kita ayunkan cangkul di ladang kecil itu hingga suburlah tanahnya dan tumbuhlah mereka. Kita ayunkan pensil di kertas buram itu hingga terlukislah dunia dalam untaian kata. Lakukan saja. Jangan disengaja kesalahan diperbuat di dalamnya.

Hari ini… Sungai masih mengalirkan airnya, kita pancing dahaga keluar. Hari ini, langit masih biru dan berpendar, kita banting keringat mengucur. Dan hari ini, anak-anak masih tertawa dengan polosnya, kita lengkapi kebahagiaannya. Meskipun hari ini, udara tidak lagi segar. Hari ini, jalanan tidak lagi rindang. Dan hari ini, suasana tidak lagi damai.

Hari ini… Waktu terus bergerak, menebar ilusi kekinian di ujung asa. Hari ini, dunia terus berputar, menebar ilusi keindahan di sudut mata. Hari ini, ruang terus menyempit, menebar ilusi kenikmatan di relung jiwa. Tapi kekinian itu, tapi keindahan itu, tapi kenikmatan itu, semuanya, telah enggan untuk mampir sejenak di sini, semuanya, hanya ilusi tentang yang-tiada-peduli.

Hari ini… Kita syukuri saja apa yang ada, tapi tidak untuk berdiam diri. Hari ini, kita nikmati saja apa yang tersedia, tapi tidak untuk bermanja diri. Dan hari ini, kita nyalakan api dan tuliskan kata, tapi tidak untuk menyesali diri. Hari ini, tidak ada yang salah dengannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s