Posted on

Euforia Hujan Desember

Matahari menari-nari di belantara hampa. Dengan tiada yang menemani dia membisu. Bergejolak menerangi segenap darulfana. Menebar cahaya menyemai wangi gaharu. Betapa harum sinarnya membakar dunia. Terangi rasa yang telah terlupa.

Semua terluluh-lantakkan, menenggelam karam dalam fana kehidupan. Kemaujudan perlahan meniada, meninggalkan tinggi angan-angan. Demi setetes karunia, memanggang lautan Hindia yang sunyi dimakan usia. Lalui waktu menyapa, pelan semakin pelan gumpalkan hitam menganga.

Air berjatuhan, menerjun bebas dari langit yang kelam. Suara-suara bergema berjatuhan menimpa telinga. Kata-kata mengalir, membasahi dan membasuhi ruang-ruang hati yang kering. Melunak, melembut, meruntuhkan segenap dinding-dinding keangkuhan yang rapuh. Dalam sejuknya, jernih, memutih, menghanyutkan sampah-sampah kebahagiaan.

Tiada lagi jiwa-jiwa yang sendiri, sunyi di dalam sepi. Bagaikan tetes-tetes air hujan yang merindu daratan, yang menembus angin dengan tiada tertahan. Dalam untaian nada-nada hujan, semua rindu memberi jawaban. Suara terpecah merangkai kata demi kata, meski tersimpan dalam seribu makna.

Tetes hujan bulan desember, berirama, di balik genteng dentingkan nada-nada teredam. Memecah sepi, hilangkan sunyi, lalu genangi segenap kemaujudan diri. Dalam kesabaran hati, ada kekasih sejati yang menanti.*

==============

* Imam Syafi’i

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s