Posted on

Masa Ini

Tidak perlu dipikirkan lagi—mungkin tidak harus begitu juga—bahwa berpikir itu penting. Gue masih ragu, meracau seperti orang gila di kamar yang berantakan dengan kekosongan ini. Jika tidak berpikir, bagaimana seseorang menjalani kehidupannya? Bukannya melakukan berpikir atau tidak, tapi permasalahannya adalah: apa yang dipikirkan. Lalu, apa yang dipikirkan? Apa yang gue pikirkan? Apa yang mereka pikirkan?

Semua terasa absurd di kota ini, seolah segala sesuatu yang bermakna, sama sekali tidak bermakna dan tak ada guna. Ada orang-orang yang mengejar impiannya. Ada orang-orang yang menghidupi kenyataan. Ada orang-orang yang melakukan apa yang tidak disukainya. Dan tentu saja ada orang-orang gila. Dan, kemana kota ini akan berlabuh?

Apa yang dipikirkan oleh Isaac Newton ketika kepalanya tertimpa buah apel? Hukum Gravitasi Universal, kenapa bukan, “What the fuck!!” Dan mereka yang tinggal di sini, apa? Apakah ada “impian yang buruk”? Jika memang dalam kehidupan setiap orang, mereka mencoba mewujudkan impian mereka, maka… Kenyataannya, di sinilah kita tinggal sekarang; tidak begitu buruk, tapi sedikit menjemukan…

Pada masa-masa yang telah lalu, segala sesuatu yang berbau masa depan terasa begitu nyata, tapi sekarang terasa sangat hambar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s