Posted on

Bersamamu (2)

Terakhir kulihat ada-mu, seperti kata kehilangan makna, diri adanya. Aku
melihat yang buta, yang tak bisa
melihat-ku. Aku menyadari yang tak sepenuhnya menyadari
keberadaan-ku. Kata-kata terjebak,
terkurung dalam gelap hati;
uraian kalbu gagal membentuk makna: semua lamunan ini, tiada menemukan
jalannya dalam bahasa. Kata-kata tak berkerja di semesta
kenyataan. Yang berdetak dalam gemuruh hampa.

Kata yang tiada menemukan tempat menjadi nyata, rasa yang kehilangan nyamannya tempat
berlabuh, kemayaan makna bertegangan di sudut yang teduh, melenyap
dalam angan yang berkelindan. Keujudan
merancu, yang galau beterbangan mencari arti.

Inginku membawamu, menebas udara senja. Inginku terbang
bersamamu, lalui batas khayal
segenap rindu, bebaskan rasa yang tak terkata, lampaui tapal batas bahasa. Inginku
melayang bersamamu, ke balik segala makna, menyingkap yang tak terkira, di ujung-ujung
imaji
yang memudar di ceruk penanda.

Sayangku,
di ruang rasa yang tak berujung ini,
kau menari, lantunkan lagu baru dari kegilaan nada-nada.
Bagaimana kau membungkam rindu yang tak
kunjung padam, kau yang terkurung dalam bahasa, tiada temukan makna dalam
segala kata?

Aku ingin bebas bersamamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s